Musim penghujan membuat Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Gunungkidul lebih rajin turun ke warga.


Pasalnya, di musim ini permukiman warga rawan disusupi oleh ular.


Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Damkar Gunungkidul, Bambang Supriyana mengungkapkan pihaknya kini sering mendapat laporan dari warga soal adanya hewan melata tersebut.


"Sejak awal musim penghujan warga banyak mengeluh ke kami soal ular ini," ujar Bambang pada wartawan, Rabu (01/12/2021).


Adapun ular ditemui berkeliaran di lingkungan bahkan dekat dengan rumah warga.


Ukuran ular pun tidak main-main, sebab yang dilaporkan rata-rata berukuran besar dan panjang.


Bambang menduga, masuknya ular terjadi karena hewan ini kehabisan makanan di habitat aslinya.


Apalagi di musim penghujan ini, ular terganggu dengan kondisi sarangnya yang lembab di alam.


"Mungkin itu sebabnya hewan ini sampai masuk lingkungan manusia," jelasnya.


Adapun pada Selasa (30/11/2021) kemarin, Tim Damkar Gunungkidul melakukan penangkapan ular di wilayah Kalurahan Mulo, Wonosari.


Menurut keterangan warga, ular tersebut sempat berupaya memakan ternak setempat.


Ular yang ditangkap berjenis piton dengan panjang sekitar dua setengah meter dan berat 50 kilogram.


Proses evakuasi pun dilakukan sekitar setengah jam dengan alat seadanya.


"Ular tersebut sudah kami amankan dan dibawa ke kantor," ungkap Bambang.


Terpisah, Ketua Regu Penangkapan Ular, Dwi Sulistyanto mengimbau masyarakat agar lebih menjaga lingkungan sekitar.


Terutama saat musim penghujan seperti ini.


Sebab ular senang mencari tempat perlindungan yang nyaman sebagai sarang. Seperti di tumpukan sampah kering, kayu atau semak rerumputan.


"Perlu dipastikan lingkungan sekitar rumah bersih agar tidak menjadi sarang hewan seperti ular," kata Dwi. (tribun)