Novel di Sarankan Gabung Partai Politik

Header Menu

Novel di Sarankan Gabung Partai Politik

21 Juni 2021



Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan diminta untuk ksatria menerima hasil tes wawasan kebangsaan (TWK) sebagai syarat alih status pegawai KPK menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).


Pakar politik dan hukum Universitas Nasional (Unas), Saiful Anam berharap Novel bisa legawa dan mengambil hikmah dari kegagalan mengikuti tes tersebut.


“Jangan kemudian semua orang dianggap salah. Kita harus sadar bahwa Novel sebagai manusia juga tidak luput dari salah, jangan kemudian apa-apa orang lain salah dan memaksakan dirinya harus benar," jelas Saiful kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (21/6).


Menurutnya, jika Novel terus koar-koar ke media dan meluapkan ketidaksukaannya pada hasil TWK, maka publik akan menilai bahwa Novel kurang matang. Bahkan masyarakat akan menilai bahwa hasil TWK sudah benar adanya.


"Coba dia lebih berjiwa besar, maka publik akan menilai dia cukup dewasa untuk menjalani ini semua. Kalau seperti saat ini seolah pekerjaan hanya menjadi pegawai KPK saja. Padahal pekerjaan mulia tidak hanya sebagai pegawai KPK," urainya.


Sebagai solusi, Saiful Anam menyarankan agar Novel Baswedan bergabung dengan partai politik atau lembaga swadaya masyarakat (LSM). Dengan begitu, Novel memiliki wadah yang tepat untuk bersuara dan mengoreksi KPK.


“Saran saya agar bergabung ke partai politik atau bahkan buat LSM untuk mengaspirasikan apa yang menjadi keinginan dan tujuannya," demikian Saiful Anam.  RMOL