Ingat Sosok Lo,Dokter Solo yang Tak Pernah Minta Bayaran ke Warga Miskin? Kini Opname di Rumah Sakit

Ingat Sosok Lo,Dokter Solo yang Tak Pernah Minta Bayaran ke Warga Miskin? Kini Opname di Rumah Sakit

24 Juni 2021



Di Kota Solo selama ini ada sosok dokter dermawan yang tak mau menerima bayaran dari warga miskin saat berobat kepadanya.


Kini, sosok bernama Lo Siauw Ging atau biasa dipanggil Dokter Lo (86) kini tengah terbaring di ruang ICU Rumah Sakit Kasih Ibu Solo.


Ia masuk ke ICU sejak Minggu (20/6/2021) setelah mengalami masalah pencernaan.


Dokter Lo sempat muntah, diare, lemas, dan buang air besarnya berwarna hitam.


Tokoh Tionghoa Solo, Sumartono Hadinoto mengungkapkan kondisi Dokter Lo saat ini sudah stabil.


"Dokter Lo saat ini dalam kondisi sadar dan stabil," ungkap Sumartono kepada TribunSolo.com, Rabu (23/6/2021).


Itu diketahui saat Sumartono menjenguk Dokter Lo di Rumah Sakit Kasih Ibu hari ini.


Ia mengatakan selama dirawat, Dokter Lo ditemani istrinya, Maria Gan May Kwee atau Maria Gandi.


"Ditunggui istrinya," katanya.


Sumartono mengungkapkan, ini bukan kali pertama Dokter Lo harus di-opname di rumah sakit.


Dokter yang dikenal karena kedermawanannya itu pernah dirawat sejak tahun 2017 sampai 2018. Itu karena gejala stroke.


"Pernah beberapa kali. Beliau juga pernah mengalami gejala stroke ringan," ucapnya.


Dilarikan ke RS


Lo Siauw Ging atau akrab disapa Dokter Lo (86) kini tengah menjalani perawatan intensif di ICU Rumah Sakit Kasih Ibu Kota Solo.


Perawatan itu mulai dijalaninya sejak Minggu (20/6/2021).


Dokter Lo harus dilarikan ke rumah sakit karena masalah pencernaan.


Ia sempat muntah, diare, lemas, dan buang air besarnya berwarna hitam.


Itu diungkapkan Manajer Humas dan Pemasaran Rumah Sakit Kasih Ibu, Divan Fernnades Lienardi.


"Dokter Lo mulai dirawat Minggu siang karena masalah pencernaan. Beliau sempat mengalami muntah, diare, dan lemas," ungkap Divan kepada TribunSolo.com, Rabu (23/6/2021).


Divan menyampaikan, Dokter Lo saat ini dalam kondisi stabil dan sadar. Meski tekanan darahnya turun kemarin.


"Saat ini masih di ICU. HB dan tekanan darahnya sempat turun. Tapi saat ini kondisinya sudah stabil," ucapnya.


Divan mengungkapkan, beliau masih buka praktik melayani para pasien, baik di rumah maupun di Rumah Sakit Kasih Ibu.


Itu sebelum akhirnya dirawat di rumah sakit.


"Beliau masih buka praktik seperti biasa. Masih semangat sekali untuk buka praktik," ungkapnya.


Sosok Dokter Lo


Museum Rekor Dunia Indonesia ( Muri) memberikan penghargaan Mahakarya Kebudayaan di bidang kesehatan kepada dr Lo Siauw Ging (86).


Pemberian penghargaan Mahakarya Kebudayaan "Dokter yang Mengutamakan Kemanusiaan dengan Tidak Memungut Biaya Pelayanan Kesehatan dari Kaum Miskin" diselenggarakan dengan protokol Covid-19 melalui zoom assembly di kediaman dr Lo di Solo, Jawa Tengah, Kamis (10/9/2020).


Piagam penghargaan diserahkan Ketua Umum MURI Jaya Suprana melalui perwakilan MURI Solo Mayor Haristanto kepada dr Lo dengan disaksikan istri, dan perwakilan dari RS Kasih Ibu, Haryani.


Jaya Suprana mengatakan, dr Lo merupakan tokoh kemanusiaan yang sangat layak menerima anugerah Mahakarya Kebudayaan di bidang kesehatan.


"Dr Lo adalah dokter yang mengutamakan pembiayaan kesehatan pada orang miskin," kata Jaya Suprana.


MURI, lanjut Jaya Suprana mengatakan berterima kasih di tengah pandemi Covid-19 bisa memberikan apresiasi penghargaan kepada dr Lo.


"Pada masa pagebluk corona ini, alhamdulillah kami bisa melaksanakannya (memberikan pengharhargaan)," terang dia.


Dr Lo mengatakan berterima kasih dengan pemberian penghargaan dari MURI kepada dirinya.


Dia menilai pelayanan kesehatan yang dilakukan dirinya bisa dilakukan oleh semua dokter.


"Terima kasih sekali atas perhatian untuk kami sendiri. Apa yang saya lakukan itu bisa dilakukan semua dokter," terangnya.


Dr Lo berharap penghargaan yang diterimanya dari MURI tersebut dapat memberikan inspirasi kepada semua orang, terutama kepada generasi dokter muda.


"Sekali lagi saya ucapkan terima kasih. Untuk teman dokter, terutama yang masih muda bagaimanapun di Indonesia jadi dokter tidak akan kelaparan. Jadi kalau berbuat sosial tidak ada salahnya," sambung dr Lo. (trbn)