Nusron Wahid Mengajak Warga Madura Memilih Ahok - Djarot

loading...
loading...

OkeBerita.Com -  Nusron Wahid yang menjabat sebagai Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu Partai Golkar Wilayah Indonesia I ( Jawa dan Sumatera ), Nusron Wahid yang didampingi oleh sejumlah Ulama dari Madura menghadiri acara Pengajian Umum Peringatan Rajabiyah, bersama ribuan warga Madura se-DKI Jakarta, di Jalan Talang No 3, Menteng, Jakarta Pusat, Pada hari Minggu (2/4/2017).

Dalam acara itu Nusron sekaligus Mendeklarasikan Dukungan Warga Madura untuk pasangan calon gubernur/wakil gubernur DKI Jakarta Nomor urut dua yakni Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok ) - Djarot Saiful Hidayat ( Ahok - Djarot ). Rangkaian acara tersebut dimulai dengan Sholat Maghrib berjama'ah, kemudian pembacaan Maulid oleh Tim Hadrah, dan juga pembacaan Yasin serta Tahlil.

KH Imam Buchori Cholil juga turut hadir dalam pengajian ini, cucu dari Mbah Cholil Bangkalan yang merupakan salah satu penggagas berdirinya Nahdlatul Ulama (NU) bersama KH Hasyim Asy'ari.

Pada acara pengajian itu Nusron Wahid pun memberikan kata Mengatakan, bahwa dukungan dari warga Madura yang ada di Jakarta mulai meningkat dengan adanya silaturrahmi antar warga Madura ini dengan para alim ulama yang memiliki kesamaan visi serta misi dengan pasangan nomor urut dua Ahok - Djarot yang memang pro kepada umat Islam.

"Data - datanyanya semua kan ada sekitar 200 ribu warga Madura di DKI Jakarta. jadi Kami pun berharap agar semua warga masyarakat suku Madura yang tinggal di DKI Jakarta ini supaya bisa memilih pasangan Ahok - Djarot pada Pilkada DKI putaran ke dua 19 April mendatang," Tutur Nusron Wahid di dalam Pengajian Umum Peringatan Rajabiyah bersama warga Madura se-DKI Jakarta di Jalan Talang, Jakarta, pada hari Minggu (2/4/2017).

Nusron pun menjelaskan, Ahok - Djarot telah banyak menjalankan program yang di kenal lebih islami dan sejalan dengan Warga Madura . Misalnya dengan Kartu Jakarta Pintar ( KJP ) bagi santri khusus warga DKI Jakarta yang ingin mondok di Jawa dan daerah lainnya.

"Jadi KJP untuk Santri ini diperuntukkan bagi para warga DKI Jakarta yg ingin kirim anaknya jadi santri di Jawa Timur, Madura, Jawa Tengah, Jawa Barat dan daerah lainnya akan tetap dapat KJP dari Jakarta," jelas Nusron Wahid.

Selain itu, Nusron Wahid juga menyampaikan kepada Warga Madura bahwa ada Program dari Ahok - Djarot bagi warga DKI Jakarta yang kuliah pun akan mendapat KJNU dengan nominal Rp18 juta setahun. "Ini kan program pak Ahok - Djarot yang sangat bermanfaat untuk warga Madura yang banyak mencari nafkah di DKI Jakarta," imbuh Nusron Wahid.

Ia juga menyampaikan rasa terimakasih nya kepada para sesepuh dan juga alim ulama yang memiliki visi serta misi sama dengan pasangan Ahok - Djarot.

KH Ibnu Hazen yang merupakan perwakilan dari warga madura dalam sambutannya mengatakan, bulan Rajab ini sangat istimewa salah satunya adalah dengan membaca sholawat seperti dibacakan para jamaah warga Madura yang ada hadir dalam peringatan Rajaban kali ini.

"Silaturrahim seperti malam ini sangat banyak sekali manfaatnya. Panjang umur, menambah rejeki, sehat dan banyak sekali. Dan barang siapa yang memutuskan silaturahmi dilaknat oleh Alloh SWT. Makanya kita tidak boleh saling hujat, tak boleh saling mengkafirkan sesama muslim," ujarnya.

Ustadz Ibnu menambahkan, saling hujat saat ini sangatlah banyak terjadi apalagi dalam suasana pilkada DKI Jakarta. Bahkan ada juga yang memutuskan silaturahim padahal itu yang paling dibenci dan dilaknat oleh Alloh SWT.

"Kalau kita memilih nomor dua, janganlah takut dikafirkan. Sebab itu hak prerogatif Allah SWT dan tidak boleh mengkafirkan. tidak boleh saling mengkafirkan satu sama lainnya emangnya surga itu punya nenek moyang mereka," imbuh Ustadz Ibnu.

Sebagai salah satu ulama muslim NU, Ustadz Ibnu mengaku hai kecilnya terpanggil untuk menyampaikan program baik Ahok - Djarot. Sebab walaupun Ahok memang bukan seorang muslim tapi programnya itu lebih NU dari orang NU. Sangat Jauh dibanding lawan Ahok yang melarang dan membidahkan orang tahlilan, serta mengharamkan maulid nabi dan sangat sering mengkafirkan sesama muslim.

Warga Madura yang dari kawasan pulau Jawa tapal kuda turut hadir di sini. Mulai dari kawasan Banyuwangi sampai ke Sumenep dan juga Bangkalan dan daerah lainnya.

"Rencananya yang akan hadir dalam majelis ini hanya 2.500 orang untuk hadir di sini, tetapi yang datang sampai 3.000 sungguh di luar perkiraan. Ini yang hadir hanya ibu-ibu karena yang laki sedang jualan sate. Dan Alhamdulilah sangat antusias," tukasnya.

Sementara itu, Ketua DPP Partai PPP Akhmad Ghozali Harahap yang mewakili Ketua Umum DPP Partai PPP Djan Faridz mengatakan, Partai PPP sejak putaran pertama sudah menjatuhkan pilihannya kepada Ahok - Djarot. Dengan adanya dukungan dari warga Madura ini akan semakin memperkuat agar bisa memenangkan Pilkada DKI JAkarta.

Dukungan Partai PPP diberikan kepada Ahok - Djarot karena ada alasan serius. Yakni karena semua Program Ahok - Djarot sangat berpihak pada umat Islam.

"Sekarang sangat banyak calon yang beragama Islam tapi tidak jelas keberpihakannya pada Islam," ujar Ghozali.

Keberpihakan itu sudah dibuktikan oleh Ahok - Djarot dengan mensejahterakan semua pengurus masjid, imam masjid, marbot, ustadz, muadzin serta ada program umroh untuk mereka.

"Kemudian walaupun pak Ahok ini bukan orang Islam, tapi beliau telah membangun masjid untuk menjadi fasilitas ibadah bagi umat Islam," jelasnya.

Sumber : Beraninews.com
loading...

1 Response to "Nusron Wahid Mengajak Warga Madura Memilih Ahok - Djarot"

  1. Gabung yuk di F*a*n*s*B*E*T*T*I*N*G
    Ini pin bbmnya 5ee80afe :D

    ReplyDelete