Ini Komentar Ahok - Djarot Menanggapi Penyanderaan penumpang di Angkot

loading...
loading...

OkeBerita.Com - Gubernur DKI Jakarta non - aktif Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok ) mengharapkan integrasi transportasi umum di DKI Jakarta dapat sesegera mungkin terealisasi. Agar, peristiwa penyanderaan  di atas angkot seperti yang terjadi di Buaran, Jakarta Timur tak terulang lagi.

Gubernur Non - Aktif DKI Jakarta atau akrab disapa Ahok ini mengatakan, dengan transportasi umum berada di bawah satu naungan, PT Transportasi Jakarta maka keamanan penumpang dapat dikendalikan. Mengenai bagaimana caranya itu, dia masih belum memberikan penjelasan.

"Gabung lah bersama Trans Jakarta, jadi keamanan untuk para penumpang bisa diatur," katanya di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Hari Senin (10/4).

Sedangkan pendampingnya, Wakil Gubernur Non - Aktif  Djarot Saiful Hidayat menyampaikan pandangannya yang serupa. Dia mengatakan transportasi umum di ibu kota Jakarta harus dibawah manajemen PT. Transportasi Jakarta.

"Ke depannya nanti di Jakarta, transportasi pengelolaan tunggal, semua sudah di bawah satu manajemen yang sudah terkoordinasi dengan berbagai macam bentuk pelayanan, termasuk di dalam angkot," ujarnya.

Komentar itu dikatakan oleh Calon Wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat menanggapi aksi dari Hermawan (28), Seorang pelaku penyanderaan Wanita ( Risma Oktaviani ) dan balitanya di dalam angkutan kota KWK T 25 rute Rawamangun - Pulogadung, pada Hari Minggu (9/4).

Djarot menerangkan, sejauh ini Pemprov DKI Jakarta sudah menggandeng Kopaja dan yang baru - baru ini Koperasi Wahana Kalpika (KWK). Mereka ini dijadikan bus pengumpan Trans Jakarta.

"Untuk kopaja sendiri ketika gabung bersama Trans Jakarta itu sudah di pasangi CCTV supaya bisa kita lacak. Makanya faktor keamanan menjadi salah satu yang sangat penting bagi kami," kata Djarot.

Ia menerangkan program mereka, dengan menggandeng semua angkot agar mengikuti sistem dari Trans Jakarta bukan karena Pemprov DKI Jakarta ingin menghilangkan transportasi umum yang sebelumnya sudah ada lama di ibukota ini.

"Niat kita bukan ingin memonopoli transportasi umum, tapi tujuan Pemprov DKI Jakarta memberikan pelayanan yang nyaman aman cepat tepat bagi para pengguna Transportasi," kata dia.

Sebelumnya, peristiwa penyanderaan yang mengeriikan itu terjadi di Jalan I Gusti Ngurah Rai, dekat lampu lalu lintas Buaran, Jakarta Timur, Hari Minggu (9/4/2017) sekitar pukul 19.00 Wib.

Hendrawan yang ikut menaiki angkutan umum di prapatan, dekat kantor Perumnas II. Di dalam angkutan sudah ada Risma dan anaknya berinisial DIH yang masih Balita.

Hermawan langsung menodongkan senjata tajam kepada Risma yang sedang dalam keadaan menggendong balitanya. Bandit tersebut terus memaksa minta ponsel, kalung, dan gelang yang di pakai Risma.

Namun, Risma sempat melawan dan berteriak meminta pertolongan.

Beruntung Seorang anggota polisi lalu lintas Polres Jakarta Timur Ajun Inspektur Polisi Satu Sunaryanto sedang berangkat untuk dinas yang kebetulan melewati kawasan tersebut. Sunaryanto yang melihat Hermawan sudah dalam keadaan mengalungkan senjata tajamnya ke leher Risma.

Selain itu, warga sekitar juga ikut menolong Risma dan anaknya dengan mengepung angkutan umum itu. Saat lengah, Sunaryanto langsung melepaskan satu tembakan ke tangan kanan Hendrawan. Setelah itu, pelaku penyanderaan langsung dibekuk Sunaryanto dengan  bantuan para warga sekitar.

Kejadian penyanderaan tersebut terekam video dan jadi viral di media sosial.

Sumber : Merdeka.Com
loading...

0 Response to "Ini Komentar Ahok - Djarot Menanggapi Penyanderaan penumpang di Angkot"

Post a Comment