Isi Formulir ini Dapat Rp.50.000,Politik Kotor yang Dilakukan Oleh Timses Anies-Sandi

loading...
loading...

OkeBerita.ComSemalem beredar kabar di twitter siapapun warga berKTP DKI yang isi formulir seperti gambar yang terlampir akan dapat duit Rp 50.000. Dari kader PKS di Jakut, Sunter Jaya, Bentengan.

Sebenarnya saya belum bisa memastikan benar atau tidaknya selebaran tersebut disebarkan oleh kader PKS, berprasangka baik saja dahulu bahwa itu adalah fitnah atau hoax semata, tapi kalau mengingat sejarah dan pengalaman yang selama ini terjadi. Mungkin ada benarnya selebaran itu benar-benar disebarkan.

Secara kasat mata, lagi-lagi kalau itu adalah sebuah hoax, hoaxnya saya rasa cukup niat, dan kalau itu bukan hoax, lantas akun twitter yang terlampir seharusnya bisa dikenakan pasal pencemaran nama baik (Terlebih ini partai yang dibawa). Seperti kasus yang sudah-sudah, kayak kasus orang ketiga, bisa toh dilaporkan oleh Anies?


Penjelasan saya diatas tentang bagi-bagi duit mungkin sudah biasa dilakukan pembahasannya sebagai berikut:

Sandiaga dilaporkan ke Bawaslu soal dugaan politik uang.

Sandiaga berkampanye di masjid pada tanggal 9 Maret tepatnya di masjid Fatahilah, Pasar tanah Abang Blok B. Kemudian isi ceramah yang ada didalam masjid tersebut pasangan nomor urut 3 ini menjanjikan program OK OC, program Santripreneur, yang akan diwujudkan salah satunya dalam bentuk pelatihan, pendampingan, dan bantuan usaha sampai kurang-lebih Rp 300juta. Jelas prgoram ini tidak ada dalam visi mereka yang didaftarkan ke KPU DKI.

Anies janjikan semua ormas dapat dukungan dana dari pemprov.



Beda orang tapi kelakuan tetap sama, kalau disana Sandiaga berbagi janji bagi uang 300juta, disini Anies berusaha mendapatkan suara NU dengan penegasan bahwa dia berjanji semua ormas akan dapat dana.

Jadi terjawab kenapa FPI getol, karena ya sudah pasti dijanjikan Anies bakal dapat kucuran dana, karena Anies menyebut “Semua Ormas” tak terkecuali FPI.

Anies Janji Bagi-Bagi 3M

Dulu Anies nyinyirin Agus program RW 1M. Beda jaman beda cerita sekarang Anies mau adposi bahkan mau tambah 3M. So pasti tujuannya untuk mendapati suara rakyat terlebih pemilih Agus sebelumnya. Segala cara dilakukan selalu dengan iming-iming duit agar rakyat tergiur memilihnya.

FPI Bagi-Bagi Amplop

Tidak mau berburuk sangka, cuma “Amplop” mungkin isinya surat cinta? Tapi apalah isinya didalam itu bisa saya pastikan itu kemungkinan besar ya tidak jauh-jauh dari tema yang dibawakan Rizieq pada saat berkampanye didalam masjid, tujuannya adalah untuk mendulang suara agar memilih Anies Sandi.

Semua pelanggaran itu akan sangat biasa dilakukan karena tidak adanya ketegasan dari Bawaslu sebagai badan pengawas, tidak ada sanksi atau apapun semua oke-oke saja, mungkin apa yang mereka lakukan itu dianggap sebagai program, jadi makanya tidak melanggar. Saya tidak mengerti alasannya bisa ditanyakan ke Bawaslu langsung terkait hal ini.

Kembali kesoal kasus diatas atas tuduhan yang menyebut nama PKS disana.

Tidak bsia dipungkiri, mengingat sejarah PKS yang melakukan segala cara untuk memenangkan kadernya, ingat dulu soal bu Megawati? Keluar fatwa haram memilih pemimpin perempuan, siapa pencetusnya? PKS. Aher sekarang bagaimana? istrinya nyagub tuh. Sepertinya memang benar, aturan itu tidak berlaku bagi mereka sendiri.

PKS yang mengaku sebagai partai Islam, cukup memiliki track record yang layaknya lebih rendah dari pada sebuah sapi. (Hobi korupsi, Menyimpan Wanita, Nonton Film Porno).


1.Luthfi Hasan tokoh kasus suap impor sapi

2.Kader PKS nonton video porno saat rapat

3.Wanita-wanita yang dekat dengan Ahmad Fathanah


Kurang apa prestasinya? Kalau dicocokan hanya dengan kasus politik bagi-bagi uang yang hanya sekedar 50.000 rupiah, itu nilainya sangat kecil sekali dibanding dengan 3 kasus diatas. Kalau ternyata ini benar, artinya politik bagi-bagi uang yang jelas melanggar aturan Pilkada, sudah dipastikan bahwa “di Anggap Remeh” oleh mereka dari nomor 3.

Kesimpulan: Banyak orang yang berkata, mungkin lebih baik terima uangnya tapi jangan pilih pasangan tersebut. Ya boleh-boleh saja hal seperti itu dilakukan, tapi lebih baik sebenarnya tidak, buat apa mengambil Rp 50.000 terus kemudian besok-besok ditagih? Nanti malah muncul berbagai macam ancaman (ketika didaerah tersebut tidak memenangkan paslon). Mereka kan mainnya ancaman seperti yang sudah-sudah, demi menjaga keamanan bapak-ibu disarankan untuk menolak saja secara langsung.


Jangan lupa bahwa ini ada aturannya, memberi atau menerima uang untuk memilih calon tertentu, ancaman pidana 6 tahun dan denda 1 milyar rupiah ( Pasal 187 A UU No. 10 Tahun 2016 ). Sebelum menerima pikirkan mateng-mateng, lebih baik dilaporkan menghindari masalah dimasa yang akan datang.

Sumber : https://seword.com/politik/isi-formulir-dapat-50ribu-melanggar-aturan-dengan-bagi-bagi-duit-seperti-sudah-biasa-dilakukan/
loading...

1 Response to "Isi Formulir ini Dapat Rp.50.000,Politik Kotor yang Dilakukan Oleh Timses Anies-Sandi"

  1. Gabung yuk di F*a*n*s*B*E*T*T*I*N*G
    Ini pin bbmnya 5ee80afe :D

    ReplyDelete